Sunday, August 14, 2016

(mommies journal) Jurus Jitu Hemat Belanja Popok

Sebenernya dulu pernah nulis mirip kaya gini, tapi lebih konsen ngebahas clodi. Nah, saya tulis ulang dengan topik lebih simpel, yaitu gimana caranya berhemat anggaran popok (yang saya bahas di sini adalah popok sekali pakai atau disposable diapers ya, yang beredar di supermarket dengan berbagai merj seperti Pampers, Mamy Poko, Merries, Sweety, Baby Happy, Goo.n, dll ---> hafal amat ya gue). Secara buat emak-emak yang punya bayi/ balita pasti uda pada paham ya, anggaran popok itu terkadang melebihi anggaran sayuran, wkwkwkwk...apalagi yang anaknya 2 dalam usia berdekatan #curhat, belanja popok bisa menjadi hal yang penting dalam pembagian anggaran rumah tangga. Saya punya beberapa tips untuk berhemat anggaran belanja popok, mungkin ada yang mau mencoba ya.

1. Selang-seling Pemakaian Popok dengan Clodi
Ada yang belum tahu clodi? Clodi adalah cloth diaper, popok yang dapat dicuci ulang. Saya salah satu pemakai campuran antara clodi dan popok, bisa baca tulisan saya tentang clodi di sinisini dan sini. Untuk jadwal tertentu yang pendek (misal bermain, bangun tidur) saya pakaikan clodi untuk anak, sedangkan untuk rentang waktu yang panjang (tidur malam) atau dibutuhkan kepraktisan (bepergian jauh) maka saya pakaikan popok ke anak. Clodi yang saya punya sekitar 7 buah saja soalnya, jadi biasanya cukup untuk dipakai gantian selama 2 hari, cuci - jemur - pakai. 

Sebenarnya dulu sempat berpikir pengen pakai clodi aja 100%, tapi kenyataannya kok saya malas beli clodi sampai jumlah belasan gitu lho, hehe, malas cuci, malas nunggu kering dll. Ditambah lagi kadang si anak juga gak selalu suka dipakein clodi (terutama si Ka ini, susyeh bener dipakein clodi sekarang, bawaannya kabur mlulu...pikirannya mungkin, "celana apaan sih ini tebel amat?" hehehe). Dan clodi pun tentu punya kelemahan ya, misalnya beberapa merk yang ternyata setelah usianya mencapai 2 tahun sudah mulai rusak, alias gak bisa diwarisin lagi buat adeknya (paling bisa diwarisin inner-nya aja), haha dasar emak irit, udah beli clodi ekonomis pengen aja umur clodinya panjang.

Intinya menurut saya karena clodi dan pospak sama-sama punya kelebihan dan kekurangan, jadi menurut saya ya pakainya selang-seling aja.

2. Gak Usah Pakai Popok!
Hal ini mendadak berlaku untuk Ka yang juga mulai menghindar dipakein popok, sementara toilet training dia masih gagal karena belum bisa bicara jelas, wkwkwk... Jadi kalau dia main di outdoor alias di halaman, depan rumah, ya saya bebasin dia gak pakai popok. Kalau di dalam rumah saya pakein popok lagi. Bukan hanya takut anak ngompol dan malas ngepel ya, soalnya saya takut si anak terpeleset pipisnya sendiri kaya si Na dulu yang hampir terpeleset karena mau lari abis ngompol di tempat, huwaaa, kasian dong kalo anak jatuh.

3. Rajin Searching Diskon Popok
Awal-awal saya gak sadar, kalau di tanggal dan bukan tertentu supermarket seperti Giant, Indomaret, dll memberikan diskon tertentu untuk popok. Setelah beberapa periode saya baru sadar ada tanggal tertentu biasanya akhir bulan periode tersebut sering berulang (walaupun tak selalu). Lalu saya terbantu dengan web ini nih, Harga Promo. Di web ini selalu update brosur promo semua supermarket, bahkan selain mengikuti mana supermarket yang lagi diskon popok, saya juga bisa mengikuti harga sembako yang lagi promo. Makanya setiap belanja bulanan/ mingguan sih saya gonta-ganti tempat, liat dulu mana yang lagi banyak diskon, hehehe! 

kalau pas mujur bisa lumayan banget lho, contoh struk saya di atas ini, total penghematan saya akibat diskon mencapai Rp 100.000

Cara membandingkannya misal melihat tanggal ini mana promonya, buka saja brosur supermarket ybs.

Alfamart sedang diskon untuk merk Pampers, Fitti, Sweety


Giant hanya diskon untuk merk Goo.n

Biasanya sih biar saya hitung saja harga per lembarnya berapa. Rata-rata popok merk menengah sekitar Rp 2.000 - 2.500/lembarnya, nah kalau diskon hitung saja berapa jatuhnya per lembar setelah harga dipotong. Contoh di atas Alfamart harga Sweety M38 = Rp 58.500, maka jatuhnya per lembar adalah ~ Rp 1.540. Tinggal dibandingkan kalau mau beli merk lain, misal Pampers jatuhnya berapa. 

Oh ya, saya juga bukan pemakai popok merk atau jenis tertentu sehingga lebih fleksible untuk memilih merk popok saat membeli. Kadang beli merk A, B atau C, tergantung yang mana yang diskonnya lebih menguntungkan, hahaha... Tetapi kalau sama-sama diskon biasanya preferensi saya milih sih urutannya merk : Pampers Baby Dry, Merries Pants Good Skin, Goo.n, Sweety Pants, Fitti, Mamy Poko Standart. Misalnya Merris jatuh per lembarnya Rp 1.500, sedangkan Pampers Baby Dry Rp 1.600, maka saya pilih Pampers Baby Dry karena lebih tipis dan nyaman dipakaikan ke anak. Tentu ini pilihan subjektif saya ya, terkadang ada yang preferensinya beda, sesuai selera saja.

Memang untuk popok, saya beli yang merk ekonomis saja kok (~ jadi ingat omongan salah satu nenek di desa, "Halah, buat tempat pipis aja gak usah beli yang mahal-mahal"... hehehe ada benarnya juga lho). Hanya kadang saja beli merk yang agak mahal seperti Pampers Active Baby (ungu) atau Mamy Poko (biru) kalau ada promo saja. Abisnya kalau gak nunggu promo per lembar kena hampir Rp 3.500 - Rp 4.000 lho, wkwkwkwk... #emakIrit #emakPerhitungan. Alhamdulillah sih dengan berbagai merk tersebut di atas anak-anak belum pernah ngalamin ruam popok. Tetapi tidak dapat dipungkiri ada merk tertentu yang hampir membuat anak saya ruam popok, makanya gimanapun sih pilihan saya ya masih di kelompok merk tersebut tadi.

4. Segera Toilet Training
Masih belum puas juga untuk berhemat? Maka lakukan jurus terakhir, segera ajarkan toilet training ke anak, hehehe... Itu paling ampuh menghentikan pembelanjaan popok.
tersangka belum dapat toilet training

Nah, itu tadi tips saya. Silahkan kalau ada yang mau mencoba, hihihi...#sebarVirusIrit



0 komentar:

Post a Comment

thanks for stopping by

 
catatan Miss Putri Blogger Template by Ipietoon Blogger Template