Tuesday, January 26, 2016

(book pick) Resensi #10 : Puppy Fat

Blurb


"Kau mau pasang iklan di bagian apa? Mainan? Peralatan olahraga? Komputer dan Video Games?"

Wanita di kantor surat kabar itu melepas kacamatanya dan mengelapkannya ke jaket wolnya dengan letih. "Apa yang kauiklankan?"

"Orangtuaku," jawab Keith.

Keith cemas. Mungkinkah kedua orangtua tunggal dengan perut melorot, pantat kendor, dan kaki butut bisa menemukan kebahagiaan? Tidak mungkin, pikir Keith, kecuali ia bisa membuat mereka melangsingkan tubuh. Kebetulan Tracy si pendaki gunung dan Bibi Bev sang pakar kecantikan bakal datang dari Australia...




Sinopsis dan Review


Buku anak ini menceritakan Keith yang melihat kedua orangtuanya nampak kesepian setelah mereka bercerai. Keith sedih melihat mereka masing-masing sendiri dan berharap bisa menemukan jodoh untuk kedua orangtuanya. Berbagai usaha dia coba termasuk memasang iklan perjodohan di koran (yang sayangnya gagal karena harus yang bersangkutan yang memasang iklan sendiri), serta menggambar dua lukisan  -satu lukisan Mum dan satu lukisan Dad- yang dipasang di pameran sekolah. Saat melukis tubuh orangtuanya kemudian Keith merasa khawatir...bagaimana mungkin ada yang tertarik kepada orang paruh baya yang badannya gemuk, kendor bahkan berkutil? Keith cemas. Namun itu tidak menyurutkan niatnya 'mengiklankan' orangtuanya. Kemudian Keith menggambar mural di dinding sebuah toko bangunan. Ya, toko bangunan berniat mempromosikan cat mereka, dan Keith menawarkan diri menggambar mural gratis. Diselipkannya gambar Dad dan Mum di mural tersebut, lengkap dengan nomor telepon mereka. Dengan harapan akan ada yang melihat mural tersebut dan akan menghubungi nomor telepon yang dia catat. Sayangnya -karena Keith berusaha mengimprovisasi bentuk tubuh orangtuanya-, kebanyakan pengunjung melihat lukisan kedua orangtua Keith sebagai binaragawan dan tak mengenali siapa yang digambar Keith.

Saat Keith hampir putus asa, akhirnya datanglah Tracy saudara sepupu kesayangannya dan Bibi Bev, bibi mereka yang sangat cantik dan berbadan ideal. Keith meminta Bibi Bev mengubah penampilan orangtuanya agar lebih menarik. Dan saat hal itu terjadi, malahan Keith merasa menyesal...karena ia melihat orangtuanya menjadi orang lain yang berbeda. Melihat bagaimana Bibi Bev menciptakan menud diet -tidak ada lagi coklat kesukaan Keith-, aroma parfum, potongan rambut baru Dad, baju yang bukan gaya Mum... Keith merasa asing dengan itu semua. Apalagi ketika melihat Bibi Bev yang juga mulai mengubah Tracy, gadis petualang yang ceria...menjadi gadis muram karena dipaksa diet, bahkan Bibi Bev sudah merencanakan operasi sedot lemak untuk Tracy. 

Akhirnya Keith berhasil menghentikan itu semua. Dia menyadari tampil apa adanya adalah lebih baik, dan walaupun gemuk dan nampak tidak menarik, Mum dan Dad ternyata punya kebahagiaan masing-masing yang selama ini tidak diketahui Keith...

***


Ya, kebanyakan orang memang ingin tampil putih, menarik, bertubuh langsing...dan hal ini menjadi masalah bagi sebagian besar orang. Ada yang berusaha dengan diet ketat sampai lupa bagaimana cara menikmati makanan dan merubah warna rambut seperti Bibi Bev, bahkan ada yang sampai melakukan operasi sedot lemak atau operasi plastik demi mendapat tubuh dan wajak impian. Namun kadang ada yang lupa kita sadari, sesuatu yang dipaksa (apalagi berlebihan), membuat kita tidak apa adanya, tidak alami, sebenarnya hanya akan menyiksa kita. Ya, mungkin kita memang harus memperhatikan makanan kita, memilih menu sehat, tapi juga jangan sampai kita tidak mensyukuri dan menikmati apa yang kita makan.

Buku ini cukup menyentil mengenai bagaimana tampil apa adanya, bahwa yang tampak menarik tidak selamanya membuat bahagia. Ya walaupun ada budaya yang kurang umum terjadi di negara kita (seperti menganggap perceraian adalah hal biasa), ada pesan menarik di buku ini mengenai penampilan gemuk, kendor dan tidak menarik. Hal seperti itu tidak membuat seseorang tidak berhak untuk berbahagia! 

Tapi jangan lupa tetap hidup sehat ya kawan.

Testing

Sunday, January 24, 2016

(book pick) Resensi #09 : Semua Beres Kalau Ada Emil

Judul : Semua Beres Kalau Ada Emil (Än Lever Emil I Lönneberga)
Penulis : Astrid Lindgren
Ilustrasi : Björn Berg
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
Cetakan pertama, 2003
Tebal : 168 halaman



Blurb

Lagi-lagi Emil! Kenakalan apa lagi yang dibuatnya? Mula-mula dia membuat ayahnya marah sekali, karena membeli barang-barang tak berguna di tempat lelang Backhorva: ayam betina yang pincang, pompa pemadam kebakaran yang karatan, kotak kuno yang jelek dan penyorong kue yang kepanjangan. Tapi dasar Emil yang banyak akal, semua yang dibelinya tadi ternyata malah amat menguntungkan.

Jadi, mengapa Emil mengikat gigi Lina dengan tali panjang, lalu menarik tali itu sambil memicu Lukas kudanya? Mengapa dia membuat ayam-ayam dan babinya mabuk denfan memberi mereka ampas anggur buah ceri? Lalu dia sendiri ikut mabuk... Sungguh memalukan. Dan mengapa pula dia mengurung ayahnya?

Tapi jangan salah sangka. Biarpun Emil nakal, sebenarnya Emil baik hati dan penyayang. Buktinya, dia rela menembus badai salju, membawa Alfred -yang sakit parah- ke dokter Miariannelund yang jauh, sendirian dan hanya dibantu Lukas. Perbuatannya sungguh terpuji. Alfred berhasil diselamatkan. Ya... Semua beres kalau ada Emil.

Sinopsis dan Review

Saya suka buku anak-anak karangan Astrid Lindgren, maka itu tiap ada diskon novel anak-anak biasanya novel karangan beliau masuk dalam tas belanjaan. Saya suka karena biasanya ceritanya simpel, menceritakan dunia anak-anak (biasanya sih di cerita Astrid Lindgren tokoh utama rada bandel) yang nakal di mata orang dewasa, tetapi sesungguhnya mereka berbuat nakal atau onar karena pikiran kreatif mereka saja. Jadi di buku biasanya digambarkan apa sih yang ada di isi kepala anak-anak itu, mengapa mereka berbuat onar di depan orang dewasa, apa alasannya dan bahkan mengapa mereka heran saat tindakan 'kreatif' mereka dibalas dengan kemarahan orang tua. 

Termasuk di buku ini, menceritakan kisah Emil yang tinggal di Katthult, desa Lönneberga, suatu desa kecil di Swedia. Beberapa kenakalan (sebutan ayah Emil atas semua kelakuan Emil) dilakukannya setiap hari. Misalnya saat Emil berusaha mencari uang sendiri dengan membantu membukakan pintu gerbang desa sebelah untuk nendapatkan uang dari para kereta kuda yang lewat. Namun saat sudah mendapat uang dia malah menghabiskannya untuk membeli sendok pemanggang roti, ayam pincang, alat pemadam kebakaran dan sebuah kotak beludru bekas di pelelangan. Namun betapa malu ayah Emil karena setelah tahu bahwa beberapa jam kemudian semua pembelian Emil amat berguna. Terjadi tawuran pedangang di pelelangan itu dan alat pemadam kebakaran Emil bisa menghentikannya! Di dalam kotak beludru itu terdapat surat dengan perangko yang akhirnya beberapa minggu kemudian dibeli oleh filatelis dengan harga bagus. Si ayam pincang ternyata ayam petelur yang hebat. Dan bahkan saat Emil pulang ke rumah ternyata memang sendok pemanggang roti milik ibunya kebetulan patah dan butuh pengganti.

Namun kenakalan-kenakalan Emil memang setiap hari terus saja terjadi. Sang ibu kadang sampai kehabisan kata untuk menuliskannya di Buku Catatan Kenakalan Emil. Dan entah sudah berapa ratus kali Emil dihukum masuk ke Gudang Perabot, dimana hampir tiga ratus pahatan patung dia ciptakan setiap masuk ke ruang hukumannya itu.

Sampai suatu saat kenakalannya dimaafkan oleh seluruh penduduk desa (ya, tingkah nakalnya amat dihafal seluruh penduduk). Saat Emil menolong Alfred, pekerja di rumahnya yang sakit dan hampir sekarat. Jam 4 pagi, bersama Lukas kuda kesayangannya, Emil berjuang mengantar Alfred ke dokter di desa  lain yang jauh serta harus...menembus badai salju! Walaupun kali ini entah berapa kali Emil menangis karena hampir berputus asa, pada akhirnya Emil berhasil mencapai rumah Dokter tersebut. Alfred segera dioperasi dan selamat. Kali ini semua penduduk desa memuji Emil atas keberanian dan ketulusan hatinya. Karena itu buku ini berjudul : Semua Beres Kalau Ada Emil.

Bagi saya yang kini sudah menjadi orang tua, membaca buku anak semacam ini membantu mengingatkan saya mengapa anak-anak kadang berbuat 'nakal'. Misalkan kenapa anak saya terkadang suka membuat kotak mainannya berantakan, mungkin di pikiran mereka juga bertanya : mengapa mainan harus dirapikan kalau nanti akan dipakai lagi? Dan tentunya ada hikmah lain, misalnya jangan terburu-buru memarahi atau menyalahkan anak atas semua kenakalan yang diperbuatnya. Siapa tahu itu membuat mereka lebih kreatif dan berani. 

Sunday, January 17, 2016

Happy Birthday Na!

Tulisan ini sebenernya agak terlambat diposting. Karena sebenarnya ultah si Na kejadiannya uda beberapa hari lalu, hehehe. Jadi bulan Januari ini adalah hari spesial Na karena dia tepat berusia... 3 tahun! 

Di usia 3 tahun ini saya merasa spesial dan takjub juga melihat bagaimana tumbuh kembangnya. Karena di usianya dia kini menjadi lebih dewasa. Entah apakah ini juga efek samping setelah dia menjadi kakak semenjak berusia 2 tahun, ataukah memang dia menyimpan sisi 'mandiri'nya. 

Yang pasti sering sekali saya terbantu saat saya harus 'menitipkan' Na untuk menjaga adiknya, Ka. Yah, walaupun ninggalnya cuma 5-10 menit pas ke toilet atau lagi sholat. Maka saya tahu bagaimana Na berusaha menenangkan Ka yang menangis atau merengek nyari saya. Dengan caranya sendiri, dia akan mencarikan mainan untuk adiknya (biarpun kadang asal lempar sih hahaha) atau bilang, "udah sini lho main sama aku aja," hehehe... So sweet banget deh jadi kakak. Ya memang walaupun itu gak berarti mereka gak pernah bertengkar. Itu mah everyday everytime kalo masalah rebutan mainan, rebutan digendong Ayah saat pulang kantor, serta rebutan gayung saat mandi. 




Tentunya kami gak merayakan ultah Na kaya anak-anak seleb di tipih sih ya, wkwkwkwk... Cukup makan donat kesukaan Na aja, dan kali ini kado untuk Na adalah alat gambar. Abisnya Na lagi hobi banget ngegambar. Sekarang gambar idolanya adalah berjudul 'Bulat-Bulat'. 





Ah dan yang bikin saya hepi lagi karena sekarang Na sudah makin pandai menjaga barang pribadinya, termasuk hadiah ultah crayon warnanya. Setiap selesai gambar dia kembalikan lagi ke kotaknya, lalu ditaruh di lemari buku. Alhasil si Ka yang suka iseng nyomot crayon akan mendapat jitakan Na, kata Na, "ini punya aku!"


Happy birthday my little daughter Na! Be a nice girl, menjadi 'anak yang ceria dan lincah' seperti namamu, lope lope trus sama Bunda, Ayah dan adek Ka yaaaaak!!



Sunday, January 10, 2016

(book pick) Resensi #08 : Seratus Tokoh yang Berpengaruh dalam Sejarah

Judul Buku : SERATUS TOKOH YANG BERPENGARUH DALAM SEJARAH
Penulis : Michael H. Hart
Penerjemah : H. Mahbub Junaidi
Penerbit : PT. Dunia Pustaka Jaya
Cetakan ke-11 : 2001
ISBN: 979-419-193-0
Tebal 515 halaman


Buku ini adalah salah satu hadiah dari Om saya, entah lupa umur berapa ya waktu itu... Tapi yang jelas sejak punya buku ini saya jadi suka sekali mengoleksi buku, berburu buku bagus (biarpun sering nyari yang diskonan - maklum dulu mahasiswa kost hehe) lalu dikumpulkan di rak. Hehe, puas sekali kalau bisa belanja banyak buku apalagi dengan harga yang murah kala itu.

Nah kembali ke buku ini, Seratus Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah. Disusun oleh Michael H. Hart, terdapat daftar 100 tokoh penting dunia beserta sedikit biografi singkat mereka. Hehe tentunya bikin saya betah bacanya karena jaman sekolah saya paling suka pelajaran Sejarah. Baca buku ini jadi serasa membaca sejarah juga. 

 

Berbagai jenis profesi ada dalam 100 tokoh penting. Mulai dari tokoh keagamaan (dan menjadi urutan pertama yaitu Nabi kita Rasulullah SAW), ilmuwan seperti Isaac Newton, filsuf (mulai dari Aristoteles sampai Plato), penguasa seperti Alexander Agung dan Julius Caesar, tokoh politik, seniman, penjelajah dunia dan banyak lagi yang bahkan sebelumnya saya belum tahu namanya, hehehe. 

Membaca buku ini sangat menambah wawasan saya kala itu yang masih duduk di bangku SMA. Mempelajari bagaimana sih hidup para tokoh, apa yang mereka lakukan semasa hidup serta efek kehadiran mereka di dunia bahkan ratusan tahun setelah mereka sudah wafat.

Menurut saya, buku ini layak dibaca semua kalangan, terutama generasi muda supaya lebih bergairah mencapai apa yang mereka cita-citakan...siapa tahu mereka suatu saat juga jadi tokoh penting bukan? 
 
catatan Miss Putri Blogger Template by Ipietoon Blogger Template