Monday, March 20, 2017

(academic's diary) Contoh CRM Technology & Application

Mata kuliah : Contemporary Logistics
Topik : CRM Technology & Application
Semester : 01/S2 TI ITS
Tugas : Individu











(academis'c diary) Contoh Soal untuk Menganalisis Perbedaan Strategi Plan Production

Mata kuliah : Production & Planning Control (Advanced)
Topik : Pemilihan Strategi Production Planning
Semester : 01/S2 TI ITS
Tugas : Kelompok













(academic's diary) Contoh Penerapan ERP

Mata kuliah : Contemporary Logistics
Topik : Contoh Enterprise Resources Planning (ERP) Application
Semester : 01/S2 TI ITS
Tugas : Individu








(academic's diary) Contoh Ide Penerapan CRM - Hospital

Mata kuliah : Contemporary Logistics
Topik : Customer Realtionship Management (CRM) Application
Semester : 01/S2 TI ITS
Tugas : Individu

















Friday, March 17, 2017

(movie/serial) Ngobral-obrol Soal Drama Filipina

Selalu ada cara TV untuk meningkatkan rating programnya. Ada yang berusaha memproduksi acara televisi dengan varian baru, membuat sinetron dengan tema beragam (mulai yang kreatif, recycle sinetron jaman dulu, sampai bertahan membuat dengan tema yang ~mbuletisasi, hahaha). Ada juga yang mengimport serial dari luar negeri. Mulai dari kartun anak seperti Upin-Ipin (yang bikin si Na bisa bahasa  Melayu), sinetron India -tiada ujung- yang entah berapa ratus episod tiap judulnya (saya baru tahu kalau yang punya sinetron ratusan episode bukan cuma Indonesia), drama Korea (walaupun cuma sesekali saja ada), dan yang terakhir lagi sering nongkrong adalah sinetron dari Filipina.

Aseli pas pertama lihat spoilernya, kaget juga sambil mbatin, "Ngapain yak import kok dari Filipina, sesama orang Asia Tenggara ini, palingan lihat artisnya juga berasa kaya liat sinetron dalam negeri,". Apalagi judulnya yang kadang rada aneh gitu (secara pakai bahasa sono), atau ada juga yang judulnya terjemahan ke bahasa Indonesia -tapi kalimatnya kaya resmi banget kalau diterjemahin-. Sampai suatu saat mas Suami mindah channel ke salah satu sinetron Filipina itu dan ketiduran (akhirnya si tivi yang lihat suami) dan saya yang lagi ngerjain tugas malah ikutan jadi nyimak salah satu episodenya, hahaha ~lihat tivi atau ngerjain tugas neng? Abisan liat...Eh, lama-lama lihat kok bagus juga... #kenaracun

Oke, waktu itu yang saya lihat sih yang judulnya Pangako Sa'yo. Walaupun pertama gak ngeh urutan ceritanya (iya lah baru nonton palingan di seperempat serial sebelum tamat, hehehe) tapi lama-lama nyimak juga soalnya lagi bosen sama sinetron Indonesia yang tokoh utamanya terlalu menderita itu... ~oahemm

Hobi nonton sinetron bu?

Hobi gak hobi sih,
Dibilang sengaja nonton banget sih iya, tapi kalau bisa ikut nyimak sih menikmati juga hahaha...
Jadi ceritanya jam-jam saya bisa lebih intensif ngerjain tugas kuliah adalah di saat Na dan Ka udah bobo cantik & ganteng di kamar, dan di masa-masa selesai nidurin bocah adalah fase tersiksanya si emak yang berusaha mengusir ngantuk yang juga ikutan nemplok #hanyaibuyangtahu. Jadi dibutuhkan sesuatu yang bisa menarik atensi saya terhadap sesuatu. Yang paling gampang ya pencet remote tivi dah. Dan kalau nemu sesuatu yang asyik dilihat, paling tidak keinginan nemplok kasur hilang dan sedikit-sedikit ngantuk terusir sampai mata siap kembali nyalain laptop dan ngerjain tugas kuliah.

Catatan : walaupun sekian persen tetap ada kegagalan dengan metode ini, karena ada juga probabilitas dimana saya juga ketiduran di depan tivi dan baru ingat mau ngerjain tugas saat jam menunjukkan pukul 05.00 pagi keeesokan harinya

Kembali ke topik, saya mau tulis beberapa kesan terhadap beberapa judul sinetronnya.

1. PANGAKO SA'YO


Ceritanya sih tentang ibu yang terpisah dengan anaknya, dan bertemu lagi sama si anak saat udah dewasa dengan kondisi yang sudah mbuletisasi hehehe. Soalnya si anak jatuh cinta sama anak tiri ayah kandungnya. Jadi ada cerita cinta dua generasi di sini, si ayah dan ibu yang dulu jaman muda gagal menikah, dan satu lagi cerita cinta anak-anaknya. Saya gak tahu apakah membosankan apabila menonton sinetron ini dari awal soalnya episodenya banyak. Cuma menurut saya (dan mas Suami) yang sesekali ikutan nonton (hahaha, iya lah masa kita nonton tivi sendiri-sendiri) akting para pemainnya bagus dan menarik.

2. ON THE WINGS OF LOVE



Nah, kalau yang ini bikin saya baper banget, hahaha. Entah mengapa jadi inget masa-masa pacalan sama mas Suami jaman dulu. Jadi ceritanya ada pria dan wanita yang harus menikah pura-pura demi kepentingan dapat green card di US, namun keduanya malah jatuh cinta beneran. Awalnya sih saya menganggap ide ceritanya terlalu common, ya secara sering nonton sinetron atau FTV yang ceritanya semacam itu ~pura-pura pacaran terus pacaran beneran. Tapi karena pas itu ini sinetron tayangnya tepat sesudah si Pangako Sayo, sementara tivi masih tetap nyala sampai tugas saya kelar, jadi deh ngikutin sinetron ini juga ~tanpa sengaja. And again, liat 1,2,3,dst... episode jadi keterusan hahaha.

Sayangnya saya juga cuma lihat sekitar seperempat serial saja sebelum tamat, enggak tahu dah ini awalan ceritanya kayak gimana. Cuma yang menarik adalah kisah Leah dan Clark, dimana ada satu titik keduanya saling mendukung saat satu sama lain mendapat karir dan bisnis masing-masing. Saat bisnis Clark masih kecil-kecilan, Leah tetap setia walaupun kemana-mana naik mobil pick-up butut suaminya. Dan masa-masa Clark yang cemburu saat karir Leah di kantor terus menanjak bahkan ditaksir sama bossnya. Hihihi, ya walaupun kisah saya dan mas Pacar dulu beda, tapi cara berantemnya mirip gitu sih makanya jadi #baper deh saya lihatnya. Entahlah, masa-masa pengantin baru kadang banyak banget deh hal yang bisa bikin ribut, walaupun di masa-masa itu banyak juga hal romantis yang terjadi (betewe ini juga bikin #baper kalau lihat si Clark yang sayaaang banget sama istrinya, kayaknya akting si James Reid ini emang yang bikin kelepek-kelepek).



Nah tuh, sampe saya tahu nama pemainnya, jadi kepo soalnya lihat akting mereka kok kayak iyes banget gitu...dan eh gak tahunya emang mereka pacaran beneran. Gubrak!

Ada juga episode sedih-sedihan yang bikin saya #baper lagi, saat mereka memilih buyaran walaupun dalam hati masih sama-sama cintrong. Hampir dua tahun (kalo ga salah) mereka kepisah dan mendadak ketemu lagi di San Fransisko, tempat yang sama dengan saat pertama kali mereka bertemu dan bertatapan mata (ahihihi, kumat lagi #bapernya). Walau nampak gak logis kalau menghitung berapa persen probabilitasnya secara statistik, pasti kalau kejadian seperti itu di dunia nyata perasaan jadi campur aduk ya, secara habis suka sama orang, eh harus hampa semi patah hati, eh mendadak ketemu orang yang dikangenin. Sama kok kaya perasaan ke pasangan sendiri. Lagi masa-masa sayang-sayangan, eh kadang ada aja yang bikin berantem, eh trus tapi kemudian inget-inget lagi apa yang sudah pasangan beri untuk kita....nah itu pasti nanti hati lumer sendiri dan bikin kangen.

Betewe ini di dalam konteks pasangan menikah ya. Kalau istri lagi ngambek karena kesalahan kecil suami sih sebaiknya jangan ya, dimaafkan saja. Ingat lho suami juga memberikan banyak hal untuk kita, menurut saya yang paling gak bisa ditepis adalah mereka bahkan harus menanggung dosa-dosa istrinya untuk dipertanggungjawabkan kelak. Masya Allah, cukup meningat itu saja maka kita akan tahu betapa suami sudah mengorbankan dirinya untuk kita...

Balik lagi ke kisah Leah dan Clark. Gara-gara kadung #baper saya jadi mantengin deh ini sinetron sampai episode terakhir. Untung sih episode akhirnya happy ending banget. Akhirnya mereka menikah (ulang) lagi karena belum sah secara pemerintah Filipina dan mereka ingin menikah lagi dengan alasan cinta bukan pura-pura kayak pernikahan mereka. Puas lah lihat aktingnya Nadine Lustre sama James Reid disini.

3. BRIDGES OF LOVE



Ini ceritanya tentang kakak dan adek yang kepisah saat kecil. Ketemu lagi pas uda sama-sama gede (tapi mereka belum tahu kalau mereka saudara) dan kok apesnya mereka suka sama wanita yang sama. Jadi ceritanya si cewek tadi itu pacarnya si kakak. Namun karena LDR, salah paham dan ada pihak ketiga yang meyulut kesalahpahaman, maka mereka putus dan beberapa waktu kemudian si cewek ketemu si adek dan akhirnya jatuh cinta. Di episode yang saya tonton sekarang sih si kakak dan cewek baru ngeh kalau mereka dulu putus karena salah paham aja (semestinya dulu gak perlu putus), tapi karena terlanjur menjaga komitmen maka si cewek tetap memilih si adek. Nah tapi gak tahu deh kelanjutannya gimana kalau akhirnya mereka tahu bahwa mereka bersaudara...soalnya masa kecil mereka itu mereka akrab banget. Saya sempat melihat episode di awal yang menceritakan msa kecil mereka, wah si kakak sayang banget sama adeknya, begitu juga sebaliknya karena mereka berpisah sama orang tua jadi hanya berdua saja. Sampai saya gak nerusin lihat karena gak tega ngebayangin episode saat mereka yang masih kecil ini berpisah (lebay ya gue? hehehe). Nah sekarang sih lihat lagi soalnya udah pada gede sekarang ceritanya.

Alasan saya lihat sinetron ini lagi setelah sekian lama gak nonton sinetron Filipina adalah karena tokoh utama wanitanya cantik banget. Feminin gitu, pengen niru #eaaa... Cantik-cantik seksi tapi kalem gitu mbaknya, hehehe. Sayangnya yang kadang saya kesel sih kasina bener lihat si tokoh kakak, susah bener hidupnya walaupun karirnya sukses, dia patah hati melulu lihat mantan pacarnya udah punya pacar lagi. Hidupnya kayak harus ngalah terus sama orang lain...

4. DOBLE KARA



Ceritanya tentang saudara kembar yang bedanya njeglek banget. Ada yang Kara, yang pokoknya baik-baik banget lah sifatnya. Ada Sara, yang jadi tokoh antagonisnya. Kalau sama sinetron ini sih saya belum terlalu #baper soalnya enggak ada akting pasangan kaya Leah dan Clark yang bikin melting hehehe. Cuma sesekali nonton soalnya pengen lihat aja peralihan akting si aktris dari Kara ke Sara, Sara ke Kara gitu. Lumayan berat juga sepertinya kalau harus akting ganda seperti itu.

Selain itu hal yang menarik saat nonton sinetron ini adalah memperhatikan perbedaan make-up dan style berpakaiannya si kembar. Seneng aja gitu lihat, bahwa karakter dan make-up itu memang berkaitan ya. Make-up juga punya pengaruh membuat seolah karakter wajah jadi berbeda. Makanya orang yang sama pun seolah jadi bisa menjadi dua orang yang berbeda karena faktor make-up.




Kemudian saya gak lihat lagi setelah pihak tivi memutuskan membuat sinetron ini tamat sebelum waktunya (aneh ya? sampe banyak netizen protes di akun medos tivi,  lha masak nayangin sinteron separo doang kagak ada endingnya). Selain itu saya iseng search di Google dan shocked ternyata sinetron ini sebenarnya punya season banyak banget sampe menceritakan mereka pada uda nikah dan punya anak. Hahaha, karena saya gak betah lihat sinetron yang episodenya ratusan, ya uda deh bye-bye...

5. KAMULAH TAKDIRKU



Nah ini yang saya bilang, enggak semua yang dibahasa-Indonesiakan jadi bagus pas dibaca. Menurut saya judul sinetronnya kaya judul lagu aja sih. Apa cuma pikiran saya doang ya?
Tertarik nonton ini karena aktor dan aktris utamanya sama kaya yang jadi pasangan anak di sinetron Pangako Sayo. Karena di sinetron yang dulu saya lihat akting mereka bagus, maka saya jadi pengen lihat  lagi apakah akting mereka bagus di judul yang ini? Sementara sih bagus kok ceritanya, cuma saya belum kepoin apakah sinetron ini episodenya panjang atau enggak.

  *****

Banyak juga ya yang saya ikutin sinetronnya hehehe. Oh ya, ada beberapa hal lagi yang menurut saya menarik dari sinetron Filipina ini. Soundtracknya bagus-bagus deh, walaupun kebanyakan genre lagunya mellow-mellow romantis gitu sih. Mirip juga ya sama kebanyakan cerita sinetron Indonesia, ceritanya banyak mellownya jadi lagunya juga bergenre sama.

Namun menurut saya sebagian sinetron memiliki jalan skenario yang lebih terarah ketimbang sinetron Indonesia ataupun India yang alur ceritanya kadang lambaaat pake banget-nget. 
Mbulet di beberapa episode.
Kebanyakan scene yang zoom-in zoom-out wajah pemain sambil artisnya bertanya heran dengan nada tinggi, "APAAA?"
Atau kisah tokoh protagonis yang terlalu melas banget dan dikerjain terus-menerus sama tokoh antagonis namun anehnya gak pernah melawan dan selalu memaafkan (hahaha, terlalu deh unrealisticnya). Makanya untuk sebagian judul saya tetap tertarik buat ngikutin sinetron Filipina walaupun memang laju cerita mereka belum seunik dan sejelas serial drama Korea atau Jepang yang rata-rata jumlah episodenya singkat (paling mentok 25-30 episode satu judul). Setidaknya sinetron Filipina masih ada arah menuju ending, enggak kaya sinetron Indonesia yang selama ada rating, ceritanya dipanjang-panjangin, diputer-puter, dimbulet-mbulet...eh pas rating jeblok langsung mendadak dibikin tamat dalam waktu singkat -penderitaan tokoh utama mendadak hilang dan ada happy ending mendadak- hehehe.

Tapi ya gitu sih, gak semua judul sinetron Filipina saya tonton jadi penilaian ini belum mencakup general. Tidak semua judul yang diputar di tivi membuat saya tertarik  nonton. Dan bukan pula saya menjelek-jelekkan sinetron negeri sendiri. Sebenernya para artis di sini banyak loh yang aktingnya bagus. Sayangnya kok pembuat ide cerita dan skenarionya terlalu berorientasi rating, seolah gak bisa menjadwalkan kapan sinetron tamat dan alurnya terarah pasti, semata-mata bukan cuma tergantung rating.

Nah, jadi gimana? Apakah pembaca juga penonton sinetron? Buat ibu-ibu, saya wajar sih nonton sinetron menjelang tidur buat hiburan pelepas penat setelah seharian bergumul dengan urusan domestik. Tapi yang penting, anak-anaknya jangan diajak nonton sinetron ya, belum waktunya. Makanya saya suka miris kok ada anak kecil yang ngikutin sinetron India karena kebiasaan ikutan ibunya nonton sinetron. Padahal jelas ceritanya bukan untuk anak seumur dia...

Intinya, nonton sinetron boleh, tapi...be a smart television viewers ya!
 
catatan Miss Putri Blogger Template by Ipietoon Blogger Template