Monday, April 22, 2013

(sharing) Manajemen Waktu & Energi, Kebutuhan Primer seorang Ibu

Sejak dinobatkan sebagai 'the-new-mom' melalui proses melahirkan seorang bayi ke muka bumi, maka sejak itulah kehidupan baru saya seolah dimulai kembali. Kehadiran seorang bayi tidak hanya sekadar mengubah status dari istri menjadi ibu, tetapi juga membawa besar pengaruh dalam kehidupan, salah satunya adalah task yang harus dilakukan. Mengapa? karena dengan adanya seorang anak di dalam hidup kita, menandakan bahwa kita telah memiliki sebuah tanggung jawab baru (tentu ingat bukan, bahwa anak adalah amanah dari Allah?) sehingga 'PR' menjadi bertambah. Begitupun terjadi dalam hidup saya.




Sungguh memiliki baby Nashita merupakan suatu anugerah yang luar biasa (benar sekali kata kawan saya yang berkata bahwa perasaan menjadi ibu memang tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata, karena beribu perasaan seolah campur aduk menjadi satu, yaitu Bahagia). Kini, ketika saya membuka mata dari tidur, ternyata bukan hanya suami dan pekerjaan kantor yang menunggu saya, tetapi juga si malaikat kecil ini. Dan setelah beberapa hari memulai hari kerja seusai cuti melahirkan, maka saya mulai menyadari bahwa spare energi dan waktu amat mutlak dibutuhkan karen ternyata kedua source itu secara realita cukup terbatas, sehingga butuh metode bagaimana mengaturnya sehingga tidak ada tanggung jawab saya yang terabaikan.



Di awal-awal masa kembali ke kantor, merupakan masa-masa cukup berat karena di samping perasaan 'tak-rela-meninggalkan-anak' muncul (yeah walaupun selalu muncul sih, bahkan sampai sekarang) juga menjadi cukup berat saat saya belum pandai membagi waktu. Pagi hari menjadi terasa sangat sempit walaupun hanya karena saya terlambat bangun 5-10 menit saja. Karena ternyata banyak hal yang perlu dilakukan di pagi hari sebelum saya pergi. Saat membuka mata dari bangun, hal yang pertama perlu saya lakukan adalah memeriksa diapers si kecil, segera sholat Subuh (bila sudah adzan), memompa ASI bila PD terasa 'penuh', menyiapkan peralatan memompa ASI di kantor (mulai dari breastpump, botol kaca, cooler bag, tissue, hand sanitizer), menyiapkan makanan untuk suami, menyiapkan peralatan mandi dan baju ganti untuk si kecil, membereskan rumah,  mandi, sarapan, memilih bahan masakan untuk malam serta kadang mencuci baju (pake mesin cuci otomatis sih, hehe) atau ngajak si baby mejeng pagi hari. Dan dengan rata-rata saya sanggup membuka mata lebar pukul 04.30 ~ 05.00, maka semua kegiatan itu harus selesai dalam waktu 2 ~ 2,5 jam saja karena pukul 07.00 saya harus sudah siap ke kantor bersama suami. Setelah itu di kantor pun saya harus bekerja dengan lebih cepat karena kalau jaman bujangan kerja lembur menjadi hal biasa, maka saat menjadi ibu kerja lembur menjadi hal yang amat-sangat-dihindari. Belum lagi jam kerja menjadi tidak full dari jam 8 to 5 dikarenakan terpotong jam pumping 3 kali (rata-rata sekali pumping ASI adalah 30 menit, ditambah 'perjalanan' meja kerja ke ruang laktasi yang memakan waktu PP 10 menit karena beda gedung dan sama-sama di lantai 2 pisan *elap-keringet-naik-turun-tangga). Maka jam istirahat pun tidak menjadi waktu istirahat sesantai dulu karena harus pintar-pintar membagi waktu untuk makan siang, sholat, pumping, leyeh-leyeh sambil ngerumpi dengan rekan kantor, sesekali juga ngedate sama suami (maklum bo' sekantor kita, di rumah ketemu di kantor ketemu deh). Setelah istirahat bekerja kebut kembali, lalu jam 17.00 teng (atau masih nambah kurleb setengah jam bila perlu), maka saya langsung capcus pulang :D  Piuuh

Sesampainya di rumah antara pukul 17.30 ~ 18.20, langsung deh cuci-tangan-kaki trus kecup baby Nashita. Senang sekali kalau dia masih bangun karena masih bisa diajak 'becanda'. Setelah sholat dan mandi maka adalah quality time untuk bertiga (saya, suami dan si baby). Setelah baby bobo, maka waktu bagi saya untuk makan malam, ngeberesin hasil pumping, nonton TV, ngerumpi ma suami, atau asik main internet alias me-time untuk saya. Kadang juga nyicil memilah-milah baju kotor, bahan masakan atau perabotan pumping untuk bekal besok. Dan setelah itu barulah saat-saat yang ditunggu yaitu.........bobo untuk istirahat sekitar pukul 22.00 ~ 23.00 :D

Kesemua jadwal tersebut memang ada kalanya realita di lapangannya berubah. Jujur, kadang terasa melelahkan sehingga tanpa disadari saya begitu cepat tertidur sehingga hal-hal yang menjadi PR saya terlewatkan. Mulai dari ngantuk dan gak sempat 'becanda' bareng si baby, gak sempat masak full untuk suami (cuma sempat nyeplok telor doang), kelupaan sterilin pompa ASI atau malah pernah kelupaan bawa satu set pompanya dan pas istirahat kudu balik pulang ke rumah =_=)



Kalau diingat dan dirasa, mungkin semua itu terasa berat ya? tapi anehnya, hal tersebut bisa juga menjadi sesuatu yang dinikmati. Dinikmati bahwa, ternyata secuil apapun waktu itu amat berharga, dan mengingatkan kita bahwa ternyata 1 jam saja itu pun harus dimanage dengan benar kalau mau semua schedule terlaksana rapi. Juga mengingatkan walaupun hanya dalam 5 menit saja, kita bisa membuat sesuatu yang berharga, misalnya menyusui atau memandikan baby sebelum ngantor. Percaya deh, 5 menit itu amaaaat sangaat berharga, baik dari ibu maupun dari sang anak, yang memberikan bonding luar biasa.

Jadi saran saya untuk para calon ibu atau calon istri, siap-siap ya belajar manajemen waktunya? karena hal tersebut amat penting kalau tidak ingin merasa menyesal di kemudian hari. Gak mau kan, menyesal karena ingat tidak sempat cium baby sebelum kerja?





0 komentar:

Post a Comment

thanks for stopping by

 
catatan Miss Putri Blogger Template by Ipietoon Blogger Template